Puisi untuk mu

Semakin letih jemariku menggoreskan tinta
Mengungkapkan semua derita yang ada
Kepada siapa???
Hanya sehelai kertas putih yang kini berwarna

Malam kelam…angin diam….
Seolah mengerti perih yang tersimpan rapi
Dibalik sejuta senyum ini
Luka menganga tergores dalam

Aku berpuisi
Untukmu wahai penghuni hati
Yang dulu pernah hadirkan cinta
Meskipun kini menjadi lara

Aku berpuisi
Untukmu wahai penghadir rindu
Lupakan semua yang telah lalu
Karna tak ada jalan kembali untukmu

08 Mei 09′

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment